Indonesia memiliki ragam tempat pariwisata, contohnya di Garut, Jawa
Barat. Salah satu keindahan alam yang sudah dijadikan tempat wisata di Garut
yaitu pantai nya. Pantai-pantai yang berada di Garut ini terletak di kabupaten
Garut Selatan. Ada banyak pantai yang saling terhubung di sana, seperti pantai
Sayang Heulang dan pantai Santolo.
Kalian pasti sudah tidak asing dengan
dua nama pantai ini, terutama pantai Santolo. Pantai Santolo terletak di
kecamatan Pameungpeuk, kabupaten Garut Selatan. Sebelumnya mari kita bahas
sedikit tentang sejarah pantai Santolo. Dahulu oleh Belanda pantai Santolo
pernah difungsikan sebagai dermaga untuk mengangkut rempah-rempah menuju kapal
besar yang berada di tengah laut. Selain itu, di sana juga terdapat
bangunan-bangunan yang dibangun semasa penjajahan Belanda, seperti benteng
pelabuhan, Mercusuar Belanda (berada di pulau Santolo) dan Lapan atau Lembaga
Antar Riksa Penerbangan Nasional. Bangunan-bangunan ini konon dibangun Belanda
sekitar tahun 1850.
|
![]() |
Benteng Pelabuhan |
|
![]() |
Benteng Pelabuhan |
Pantai Santolo mulai dikelola oleh
pemerintah Garut sejak tahun 2000, tetapi baru mulai banyak diminati dan “naik
daun” sejak tahun 2012. Pemandangan laut lepas dari atas benteng peninggalan
Belanda yang berada disana memang sangat menjakan mata. Benteng yang dahulunya
merupakan pelabuhan itu, memang menjadi daya tarik utama dari pantai Santolo.
Selain itu di sebelah kanan pantai, pengunjung dapat melihat hijaunya pepohonan
yang menutupi kaki Gunung Papandayan.
Di pantai ini pun terdapat pusat
pelelangan ikan. Hasil tangkapan nelayan lokal dijual di tempat pelelangan ini.
Mulai dari cumi, udang, hingga berbagai jenis ikan laut, yang tentunya dalam
kondisi segar. Pengunjung pun bisa menikmati aneka hidangan seafood di
warung-warung makan yang banyak tersedia di sekitar pantai Santolo.
Beralih ke pantai yang satunya, yaitu
Pantai Sayang Heulang. Di pantai Santolo terdapat pulau kecil yang diberi nama
Pulau Santolo oleh warga sekitar. Pulau Santolo inilah yang menghubungkan
antara pantai Santolo dan pantai Sayang Heulang (di pulau Santolo ini benteng
pelabuhan dan mercusuar peninggalan Belanda berada).
|
|
|
Di pantai Sayang Heulang kita akan
mendapatkan pemandangan yang sangat indah ketika sunset atau ketika matahari terbenam. Hamparan karang dan air laut
dangkal yang ada disekitaran menambah keistimewaan sunset di sana. Selain itu di pantai Sayang Heulang ini terdapat curug laut, yaitu air laut yang turun ke sungai atau air laut yang
turun ke muara.
|
![]() |
Curug Laut |
|
![]() |
Sunset |
Dari pantai Santolo, hanya dengan
membayar Rp. 10,000 (biaya ini tidak tetap, bisa saja naik sewaktu-waktu),
kalian bisa menaiki perahu untuk mengelilingi pulau Santolo untuk dapat sampai
di pantai Sayang Heulang. Sebenarnya bisa saja ditempuh dengan berjalan kaki
lewat pulau Santolo itu, tetapi sangat disayangkan jembatan penghubung antara
pulau Santolo dan pantai Sayang Heulang rusak, dan belum diperbaiki.
|
![]() |
Jembatan penghubung Pulau Santolo dengan Pantai Sayang Heulang |
Untuk dapat sampai di kedua pantai
ini, kalian akan menempuh sekitar ±4 jam perjalanan dari Kota Garut. Dari
Garut, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju arah Cikajang kemudian
dilanjutkan ke arah Cisompet. Dari Cisompet, perjalanan dilanjutkan menuju ke
selatan, tepatnya arah Kecamatan Pameungpeuk. Sepanjang perjalanan menuju
Pantai Santolo dan Pantai Sayang Heulang, pengunjung akan ditemani sajian
hijaunya Gunung Papandayan.
|